Kopdit Swastisari melakukan Sosialisasi Sektoril di Kelompok Tani Desa Noelbaki
Senin, 14 Desember 2020, Koperasi kredit (Kopdit) Swastisari melakukan sosialisasi sektoril di kelompok tani P3A Usaha Bersama Air Sagu, Noelbaki-Kupang.
Sosialisasi ini berlangsung pukul 12.30 WITA, dihadiri kurang lebih 70-an petani/penggarap.
Bapak Edmundus Luti selaku pengurus kelompok tani bagian pelaksana teknis, mengaku belum semua penggarap hadir dalam sosialisasi karena mungkin berhalangan hadir.
"Ada sekitar 130 penggarap yang aktif bertani tergabung dalam kelompok tani P3A Usaha Bersama Air Sagu ini. Saat ini belum semua penggarap hadir dalam sosialisasi ini karena mungkin berhalangan hadir", jelasnya.
Dari ratusan penggarap tersebut, mereka menggarap lahan yang luasnya sekitar 150 Hektar, dimana pemilik lahan tersebut sebanyak 113 orang.
Dalam sosialiasi sektoril sebelumnya yang dimulai pada bulan maret lalu, sudah ada tujuh penggarap yang bergabung menjadi anggota kopdit swastisari.
Ketujuh anggota tersebut sudah diberdayakan dalam kelompok sektoril, dimana kopdit swastisari menyediakan modal keuangan bagi mereka untuk dikelola dalam sektoril pertanian padi.
Hasilnya, pada bulan november lalu telah dilakukan panen raya bersama dengan hasil panen yang cukup memuaskan, walaupun faktor musim panas yang menyebabkan kemarau panjang.
Dari kelompok sektoril yang dibentuk bulan maret lalu, kini sudah bertambah lagi tiga anggota menjadi sepuluh anggota dan diketuai oleh bapak Oktory Gazpers.
Baca juga : Kopdit Swastisari melakukan panen raya padi bersama mitra kerja di desa Noelbaki
Pada sosialisasi sektoril kali ini Kopdit Swastisari memiliki harapan yang besar agar para penggarap bisa lebih banyak lagi segera bergabung dalam sektoril.
Bapak Edmundus Luti yang juga merupakan anggota kopdit swastisari menyatakan bahwa sudah ada sekitar 15 rekan penggarap yang ingin mau bergabung menjadi anggota kopdit swastisari dan masuk dalam kelompok sektoril.
Dengan melihat musim penghujan yang telah tiba ini menjadi momemtum yang baik bagi para penggarap agar kembali menggarap lebih banyak lahan yang tak sempat digarap di musim sebelumnya karena masalah kekeringan.
Dengan semakin besar lahan yang digarap tentu semakin membutuhkan modal usaha yang besar pula. Oleh sebab itu, dengan adanya program sektoril ini, kerja sama yang baik selalu terjalin dan tetap terjaga ke depannya dengan upaya sama-sama saling menguntungkan.
Semoga dengan semakin banyak petani/penggarap ladang sawah di desa Noelbaki, semakin banyak pula yang bergabung sebagai anggota sektoril kopdit swastisari sehingga merasakan banyak manfaat dalam mengembangkan usaha taninya.
**
Penulis : Tonny E. N


Komentar
Posting Komentar