Belajar dari Bu Dewi, Salah Satu Anggota Kopdit Swastisari yang Suka Membaca


Dalam foto di atas terlihat saya bersama seorang ibu yang sementara sedang memegang buku. 

Jujur,  saya sangat mengapresiasi sang ibu ini. Beliau mengaku suka membaca buku. 

**

Pagi itu seperti biasa, saya tiba di kantor kopdit swastisari cabang kupang kota untuk absen pagi masuk kantor. 

Sebut saja namanya bu Dewi (bukan nama asli),  salah satu anggota kopdit swastisari yang pagi-pagi sudah datang ke kantor untuk mengambil nomor antrian pelayanan. 

Saat tiba di depan kantor, saya melihat bu Dewi sedang serius membaca buku majalah koperasi yang beliau ambil di rak buku majalah dan koran dekat pintu masuk kantor. 

Saya menyapanya lalu masuk absen dalam ruang dan kembali ke luar untuk menunggu rekan kerja saya agar sama-sama melanjutkan perjalanan ke kantor kas tempat kami bertugas. 

Saya duduk di samping bu Dewi,  kami saling menyapa dan memulai percakapan. 

Melihat sebuah map kertas warna biru di sampingnya saya pun bertanya,  "mama mau pengajuan pinjaman ko? ", "iya kaka", jawabnya membalas. 

"Wiih mama ni suka baca buku ko?",  tanya saya lagi. "Iya,,beta suka baca buku kaka",  katanya sambil senyum. 

Dalam hati saya menjadi malu dengan bu Dewi karena saya yang biasanya juga hobi membaca buku,  sudah beberapa hari bahkan minggu vakum membaca. 

Saya bersyukur sekali bu Dewi bisa memotivasi saya untuk kembali mau berusaha untuk rutin membaca lagi. 

Bu Dewi memang menginspirasi saya,  mengapa?  Karena hampir setiap pagi ketika saya absen pagi di kantor,  saya jarang sekali melihat anggota-anggota kopdit yang datang antri dari pagi sambil membaca buku.   

Biasanya ada yang duduk-duduk saja,  duduk sambil bercerita dengan rekan lain dan kadang duduk main hp. 

Semoga bu Dewi menjadi contoh bagi kita semua untuk mulai membangun dan meningkatkan minat baca. 

Membiasakan diri membaca agar budaya literasi menjadi tumbuh dan terpelihara. Sebab dengan membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah memperluas wawasan. 

Mengingat berdasarkan data dari UNESCO,  menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. 

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. 

Di lain sisi,  riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). 

Padahal, jika mau dibilang dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Melihat fakta dan data tersebut marilah belajar dari bu Dewi agar kita bersama membangun budaya membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan. 

***

Mau tau banyak tentang kopdit swastisari?  Kunjungi website https://www.kopditswastisari.id/,  atau halaman facebook "Kopdit Swasti Sari". 

Jika berminat untuk mau bergabung menjadi anggota koperasi kredit swastisari,  datang segera ke kantor kopdit swastisari terdekat dan daftarkan diri,  keluarga maupun kenalan dan rasakan manfaatnya. 

Bisa hubungi nomor tlp/sms ke 082 237 201 011


Komentar